Rabu, 01 Juni 2011

KLINIK ANDA " HERBA ALAM " MENERIMA PENGOBATAN DAN PELATIHAN HUB.081615183883 / 081331509635

BEKAM/HIJAMAH/KOP/CANTUK SEBAGAI SALAH SATU SUNNAH RASULULLAH SAW.                                                                           Segala puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Maha suci Allah, dzat yang telah menurunkan suatu penyakit dan juga yang menurunkan penawarnya. kepada-Nyalah kita kita memohon petunjuk dan jalan menuju surga Allah SWT. Sholawat dan salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW yang telah membimbing kita hingga akhir jaman, juga kepada keluarga, para sahabat dan pengikutnya yang senantiasa istikomah di jalan-Nya. Amin.
 Pada era globalisasi seperti sekarang ini banyak hal, pelajaran, kebudayaan peninggalan nenek moyang kita yang sangat berharga tetapi perlahan-lahan mulai pudar dan banyak di tinggalkan sehingga banyak yang beralih ke peradaban modern. Tidak terkecuali pengobatan yang di lakukan pada zaman Rosululloh SWT yang seharusnya menjadi landasan-landasan pengobatan islam tetapi ternyata umat islam banyak yang tidak mengetahui dan mau mengamalkan sesuai tuntunan dan sunnah Rosul. Sebagai contoh pengobatan bekam / al hijamah yang terkadang seorang panutan seperti kyai, ustadz, ustadzah, guru agama, mubaligh tidak pernah dan bahkan belum pernah merasakannya. Sungguh sangat memprihatinkan sekali. 
 Sejatinya pengobatan bekam sudah tidak asing lagi dan sering kita dengar, bahkan sudah dikenal dan sudah dilakukan ribuan tahun yang lalu hingga sekarang. Terlebih di Indonesia hampir semua sudah mengenal dan merasakan manfaatnya. Baik manfaat di bekam dan membekam walaupun kadang dengan istilah lain seperti kop, canthuk, canduk dll.
 Bekam memang merupakan pengobatan yang sederhana, mudah, murah dan relatif aman kalau kita mau berhati-hati dan melaksanakan sesuai standar operasional bekam. Bahkan saking mudahnya, anak kecilpun bisa melakukannya hanya bermodal keberanian dan tuntunan orang tuanya disamping buku petunjuk yang dimiliki. Tetapi terkadang bermodal keberanian saja tidak cukup tanpa dibekali dasar-dasar pengobatan dan patofisiologi maupun anatomi tubuh baik secara kedokteran islam/tradisional maupun kedokteran modern.
 Selain daripada itu, telah kita ketahui bahwa kebanyakan juru bekam hanya membekam dengan melihat gambar saja yang sangat mudah kita dapatkan di toko-toko buku tanpa tahu maksud dan tujuan gambar tersebut. Adapula yang melakukan bekam secara acak dan ngawur tanpa menghiraukan aturan dan larangan yang boleh dan tidak boleh di bekam. Disamping pendapat dari beberapa juru bekam yang beranggapan bahwa bekam bisa menyembuhkan semua penyakit. Memang banyak betulnya anggapan tersebut. Akan tetapi tanpa dasar, pengetahuan dan pengalaman yang luas malah banyak kejadian-kejadian yang tidak diinginkan setelah dibekam, misal setelah dibekam pingsan, badan sakit semua, lumpuh atau bahkan meninggal dunia.
 Oleh karena itu, dengan memperhatikan hal-hal diatas kita harus lebih banyak belajar ilmu pengobatan dan kesehatan baik itu yang tradisional maupun yang modern. Sehingga kita akan terhindar dari bahaya dan resiko baik itu pembekam maupun yang di bekam.

TEKNIK BEKAM
 Barangsiapa yang ingin menjadikan terapi hijamah sebagai suatu bidang kerjanya (profesinya), yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan juga sebagai proses amalan bagi pencegahan pelbagai penyakit khusus untuk masyarakat umum dan juga untuk anggota keluarga sendiri. Harus mengetahui perkara-perkara pokok/azas sebelum melakukan perawatan hijamah sebagai menunaikan tuntutan fardhu kifayah.
 Adapun azas perawatan berhijamah adalah sebagai berikut antara lain:
1. Senantiasa belajar dan mengetahui tentang ilmu penyakit(panthology), termasuk tahap penyakit dari mulai akut (ringan), sub akut, kronik dan degeneratif.
2. Senantiasa mempelajari “produk knowledge”, fungsi obatan dari sumber alamiah dan obatan modern(kimiawi).
3. Harus mengetahui dan mahir mendiagnosa penyakit dari tanda-tanda(symptom) fizikal penyakit dan kaedah Naturopathy, Palpasi(denyut nadi), Iridologi, Analisis Syaraf Tangan, Kiropraktik, Pengobatan Tradisional.
4. Harus bijak menstabilkan dan mengawal emosi, mental, dan memahami kondisi jiwa pasien.
5. Mampu memainkan peranan berkomunikasi dengan anggota pasien dengan melibatkan musyawarah seluruh anggota keluarga.
6. Ketelitihan dalam memeriksa penyakit dan diagnosa yang tepat mengenai penyakit sebelum pasien dibekam.
7. Sebelum melakukan Bekam diupayakan untuk pemeriksaan awal yaitu pengukuran tahap glukosa dalam darah dan kencing, tahap tekanan darah, serta denyut nadi pasien, juga hal ini dilakukan selepas bekam.
8. Obat-obatan yang talah dan sedang dikonsumsi oleh pasien kronik juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu diBekam.
 Seorang Muhtajib(Praktisi Bekam) harus selalu memperhatikan Standart Operasional Bekam(SOB) untuk menjaga kenyamanan pasien antara lain :
1. Satu jam sebelum bekam disunnahkan pasien untuk mandi terlebih dahulu, karena 3-5 jam setelah ber-bekam pasien dilarang mandi.
2. Di anjurkan untuk berwudlu dan sholat sunat bagi Muhtajib maupun pasien.
3. Lakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan pasien.
4. Lakukan pemeriksaan / diagnosa tanda vital dan fisik pasien dan catat dalam lembar pemeriksaan
5. Jelaskan kepada pasen segala sesuatu tentang bekam dan pastikan pasien setuju/siap di bekam (mengisi lembar persetujuan tindakan/ infrom consen)
6. Siapkan  dan periksa semua perlengkapan yang akan di gunakan untuk membekam.
7. Cuci tangan dengan sabun / disinfektan sebelum dan sesudah bekam.
8. Tentukan titik yang akan di bekam, bersihkan dan  disinfeksi daerah tersebut.
9. Senantiasa berdzikir dan memohon pertolongan Allah.
10. Titik – titik pembekaman wajib di awasi oleh pembekam sejak awal hingga  akhir selama proses pembekaman.
11. Perhatikan dan komunikasikan mengenai kondisi pasien selama pembekaman, seperti kenyamanan dan keadaan fisik
12. Berikan anjuran untuk terapi herbal dan kapan waktu berbekam lagi.
 Dalam hal pengetahuan teknik Bekam, adqa beberapa metode yang harus kita ketahui, kita tidak terjebak pengetahuan yang sulit tentang alat yang harus digunakan untuk Bekam. Dalam hal ini kita harus mengetahui kelebihan dan kelemahan beberapa teknik Bekam, sehingga kita tidak serta merta mencaci atau mencemooh salah satu teknik bekam lain.di antara teknik yang harus kita ketahui yaitu :
3.1 Memakai Alat Pisau Bedah (Bisturi)
Gambar 3.1 Pisau Bedah
 Dalam praktek Bekam ada proses dimana di keluarkannya darah kotor. Darah kotor atau lebih tepatnya darah yang mengandung sel-sel darah yang rusak, racun/toksin tidak di perlukan dalam tubuh. Bekam menggunakan alat sekadarnya tanpa memperhatikan standar dan keseterilannya tentu dapat mengakibatkan perspektif buruk dalam masyarakat mengenai Bekam tersebut. Sebaiknya dalam menggnakan sunnah Rasulullah SAW tidak bertentangan dengan standar medis yang modern digunakan dalam bedah minor adalah bisturi atau pisau bedah yang sering di sebut surgical blade.
3.1.1 Kelebihan memakai alat pisau bedah
 Berikut ini adalah menggunakan pisau bedah, banyak kebaikan yang akan kita dapat baik untuk si pembekam dan pasien. Hal ini kita juga akan lebih cenderung mencontoh sunnah yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW dengan menggunakan torehan (syarthon).
3.1.1.1 Dilihat dari sudut Sterilisasi
1. Tidak mengandung zat pewarna tembaga
2. Tidak Mengandung zat anti karat
3. Tidak mengandung semua unsur dalam logam, seperti Ni, Al,Cr, Fe
4. Karena terbatas dari kandungan zat-zat tersebut, tidak akan menjadi carsinogen
5. Standar digunakan kalangan medis dan kedokteran untuk operasi atau bedah
6. Harganya jauh lebih murah
7. Steril dari pabrik
8. Terbungkus rapat
9. Terbungkus dari bahan alumunium foil/plastik
10. Tercatum masa kadaluarsa
11. Mengesankan praktik yang berbobot dan berkualitas, sesuai dengan standar pengobatan
12. Mengankat citra hijamah dan umat islam
13. Terlepas dari kepentingan pribadi yang bersifat subyekti, karena surgical blade standar alat bedah minor
3.1.1.2 Dilihat dari sudut dakwah
 Dilihat dari segi dakwahnya menggunakan pisau bisturitentunya akan lebih pas karena banyak dikutip dalam hadist-hadist sesungguhnya berbekam itu menggunakan torehan atau syarthon. Jika kita kembalikan pada hadist Nabi yaitu :
“Dari Ibnu Abbas, dari Nabi beliau bersabda: ‘kesembuhan itu ada dalam 3 hal; dalam torehan hijamah, minuman madu atau sundutan dengan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.” (Shahih Al-Bukhari 5357; Muslim 2205)
3.1.1.3 Dilihat dari sudut pasiennya
 Karena hijamah merupakan jenis pengobatan yang mengeluarkan darah dari tubuh pasien dan termasuk jenis tindakan bedah minor, maka unsur sterilisasi harus menjadi perhatian utama semua pihak. Sesuat disebut steril jika ia terbebas dari hama atau bakteri, disebut pula dengan istilah aseptis. Maka sterilisasi adalah tindakan untuk membuat suatu alat / bahan menjadi bebas hama. Semua instrumen hijamah, trmasuk pula tempat dan ruangan hijamah harus dilakukan tindakan sterilisasi secara rutin, jika tidak,  maka akan menimbulkan septis, yaitu suatu keadaan masuknya bakteri kedalam aliran darah di dalam tubuh, baik tubuh pasien atau penghijamah atau siapapun yang bersinggungan dan berdekatan.
3.1.2 Kelemahan memakai alat pisau bedah
Dalam menggunakan pisau bisturi  tentunya juga ada beberapa kelemahan. Hal ini tentunya kita tidak boleh taklid terhadap satu metode teknik Bekam saja. Adapun kelemahan-kelemahannya adalah sebagai berikut :
3.1.2.1 Dilihat dari sudut sterilisasi
1. Karena tidak sekali pakai
2. Perawatannya lebih sulit
3. Harganya lebih mahal
3.1.2.2 Dilihat dari sudut dakwah
 Dalam kasus ini juga dapat disimpulkan bahwa hijamah dengan menggunakan silet ternyata belum tentu dapat dikatakan mingikuti anjuran sunnah, karena dalam kutipan hadist-hadist juga belum ditemukan yang tentang membahas hijamah menggunakan silet. Hal ini membuktikan bahwasannya kita tidak boleh terlalu taklid terhadap salah satu teknik bekam ini. Penghijamah pengguna silet sebagai alat penyayat harus bertanggung jawab, dunia akhirat, jika di kemudian hari pasiennya terkena kanker yang di sebabkanoleh carsinoma sentuhan antara silet yang tidak steril dengan pembuluh darah, sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah dalam hadist yang shahih.
3.1.2.3 Dilihat dari Pasien
1. Adanya luka yang mungkin tidak bisa sembuh, karena mungkin bisa si pasien terkena penyakit diabetes
2. Bekas luka sayatan biasanya akan membekas dan sulit hilang
3. Bisa mengakibatkan pendarahan yang banyak terhadap pasien, bila si pembekam tidak ahli
 Memakai Alat Jarum



Gambar 3.2 alat jarum bekam(lancet)
Belakang ini, khususnya di Indonesia dan Malaysia, marak terapan hijamah menggunakan jarum khusus steril yang disebut lancet untuk mengeluarkan darah. Keuntungannya pasien terhindar dari alghopobia, rasa takut yang membayangkan sakit yang akan di rasakan, sebelum rasa sakit itu sendiri di rasakan, sakit atau tidak. Keuntungan lain, harganya lebih murah. Di samping itu juga dapat dengan mudah dilakukan bagi seorang penterapis pemula.
   Kelebihan memakai alat jarum
 Dilihat dari sudut sterilisasi
Dengan jarum yang digunakan untuk berbekam adalah jarum yang di rancang khusus, dan telah di uji sterilisasinya. Serta juga dalam penempatan dan penggunaannya. Jadi secara otomatis jarum tersebut tidak akan berbahaya bagi kulit yang di bekam, karena sudah ada prosedur ukuran panjang pendeknya, terkantung kondisi kulit seseorang.
 Dilihat dari sudut dakwah
Pada kenyataan masyarakat sekarang masi terlalu kurang yakin apabila berbekam menggunakan pisau bedah dan silet. Hal ini disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi. Otomatis hal ini akan berdampak kurang menyebarnya at-Tibbun Nabawi di kalangan masyarakat. Dengan menggunakan jarum masyarakat akan lebih mudah menerima. Dan juga masyarakat tahu menggunakan lancet dan jarum lebih ramah dan tidak berbahaya.
 Dilihat dari sudut pasien
1. Pasien akan merasa lebih nyaman
2. Tidak adanya luka yang terlalu lebar
3. Luka tusukan jarum akan mudah cepat menghilang dibanding yang lain.
4. Meminimalisir terjadinya pendarahan yang banyak.
   Kelemahan memakai alat jarum
Dalam teknik menggunakan jarum juga ada beberapa kelemahannya, sehingga kita perlu mengetahuinya supaya kita tidak taklid dengan penggunaan teknik ini.
 Dilihat dari sudut sterilisasi
Dalam menggunakan jarum perlu diperhatikan alatnya, karena setelah kita membekam orang, kalau kita tidak teliti maka akan ada sisa-sisa darah dalam lancet tersebut. Kalau tidak di bersihkan maka akan mengakibatkan terjadinya penyakit baru. Ini tidak langsung berdampak akan tetapi bisa 2 – 3 tahun kemudian.
 Dilihat dari sudut dakwah
Belakang ini, khususnya di Indonesia dan Malaysia, marak terapan hijamah menggunakan jarum khusus steril yang disebut lancet untuk mengeluarkan darah. Sementara di Timur Tengah lancet tidak dikenal sama sekali. Pertanyaannya, efektif kah alat ini? Apakah pengguna lancet sesuai dengan As-Sunnah yang secara jelas di sebutkan bahwa pengeluaran darah adalah berupa torehan tipis dan bukan tusukkan menggunakan jarum. Karena dalilnya sudah jelas, sejelas sinar matahari bagi orang yang tidak buta, bahwa hijamah yang sesuai dengan As-Sunnah adalah yang menggunakan torehan dan bukan tusukkan jarum, maka semestinya penghijamah menggunakan model torehan. Sehingga kita berkewajiban untuk Menghidupkan sunnah Nabi SAW.

TEKNIK BEKAM
 Barangsiapa yang ingin menjadikan terapi hijamah sebagai suatu bidang kerjanya (profesinya), yang dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit dan juga sebagai proses amalan bagi pencegahan pelbagai penyakit khusus untuk masyarakat umum dan juga untuk anggota keluarga sendiri. Harus mengetahui perkara-perkara pokok/azas sebelum melakukan perawatan hijamah sebagai menunaikan tuntutan fardhu kifayah.
 Adapun azas perawatan berhijamah adalah sebagai berikut antara lain:
1. Senantiasa belajar dan mengetahui tentang ilmu penyakit(panthology), termasuk tahap penyakit dari mulai akut (ringan), sub akut, kronik dan degeneratif.
2. Senantiasa mempelajari “produk knowledge”, fungsi obatan dari sumber alamiah dan obatan modern(kimiawi).
3. Harus mengetahui dan mahir mendiagnosa penyakit dari tanda-tanda(symptom) fizikal penyakit dan kaedah Naturopathy, Palpasi(denyut nadi), Iridologi, Analisis Syaraf Tangan, Kiropraktik, Pengobatan Tradisional.
4. Harus bijak menstabilkan dan mengawal emosi, mental, dan memahami kondisi jiwa pasien.
5. Mampu memainkan peranan berkomunikasi dengan anggota pasien dengan melibatkan musyawarah seluruh anggota keluarga.
6. Ketelitihan dalam memeriksa penyakit dan diagnosa yang tepat mengenai penyakit sebelum pasien dibekam.
7. Sebelum melakukan Bekam diupayakan untuk pemeriksaan awal yaitu pengukuran tahap glukosa dalam darah dan kencing, tahap tekanan darah, serta denyut nadi pasien, juga hal ini dilakukan selepas bekam.
8. Obat-obatan yang talah dan sedang dikonsumsi oleh pasien kronik juga perlu dijelaskan supaya tidak timbul masalah sewaktu diBekam.
 Seorang Muhtajib(Praktisi Bekam) harus selalu memperhatikan Standart Operasional Bekam(SOB) untuk menjaga kenyamanan pasien antara lain :
1. Satu jam sebelum bekam disunnahkan pasien untuk mandi terlebih dahulu, karena 3-5 jam setelah ber-bekam pasien dilarang mandi.
2. Di anjurkan untuk berwudlu dan sholat sunat bagi Muhtajib maupun pasien.
3. Lakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan pasien.
4. Lakukan pemeriksaan / diagnosa tanda vital dan fisik pasien dan catat dalam lembar pemeriksaan
5. Jelaskan kepada pasen segala sesuatu tentang bekam dan pastikan pasien setuju/siap di bekam (mengisi lembar persetujuan tindakan/ infrom consen)
6. Siapkan  dan periksa semua perlengkapan yang akan di gunakan untuk membekam.
7. Cuci tangan dengan sabun / disinfektan sebelum dan sesudah bekam.
8. Tentukan titik yang akan di bekam, bersihkan dan  disinfeksi daerah tersebut.
9. Senantiasa berdzikir dan memohon pertolongan Allah.
10. Titik – titik pembekaman wajib di awasi oleh pembekam sejak awal hingga  akhir selama proses pembekaman.
11. Perhatikan dan komunikasikan mengenai kondisi pasien selama pembekaman, seperti kenyamanan dan keadaan fisik
12. Berikan anjuran untuk terapi herbal dan kapan waktu berbekam lagi.
 Dalam hal pengetahuan teknik Bekam, adqa beberapa metode yang harus kita ketahui, kita tidak terjebak pengetahuan yang sulit tentang alat yang harus digunakan untuk Bekam. Dalam hal ini kita harus mengetahui kelebihan dan kelemahan beberapa teknik Bekam, sehingga kita tidak serta merta mencaci atau mencemooh salah satu teknik bekam lain.di antara teknik yang harus kita ketahui yaitu :
3.1 Memakai Alat Pisau Bedah (Bisturi)
Gambar 3.1 Pisau Bedah
 Dalam praktek Bekam ada proses dimana di keluarkannya darah kotor. Darah kotor atau lebih tepatnya darah yang mengandung sel-sel darah yang rusak, racun/toksin tidak di perlukan dalam tubuh. Bekam menggunakan alat sekadarnya tanpa memperhatikan standar dan keseterilannya tentu dapat mengakibatkan perspektif buruk dalam masyarakat mengenai Bekam tersebut. Sebaiknya dalam menggnakan sunnah Rasulullah SAW tidak bertentangan dengan standar medis yang modern digunakan dalam bedah minor adalah bisturi atau pisau bedah yang sering di sebut surgical blade.
3.1.1 Kelebihan memakai alat pisau bedah
 Berikut ini adalah menggunakan pisau bedah, banyak kebaikan yang akan kita dapat baik untuk si pembekam dan pasien. Hal ini kita juga akan lebih cenderung mencontoh sunnah yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW dengan menggunakan torehan (syarthon).
3.1.1.1 Dilihat dari sudut Sterilisasi
1. Tidak mengandung zat pewarna tembaga
2. Tidak Mengandung zat anti karat
3. Tidak mengandung semua unsur dalam logam, seperti Ni, Al,Cr, Fe
4. Karena terbatas dari kandungan zat-zat tersebut, tidak akan menjadi carsinogen
5. Standar digunakan kalangan medis dan kedokteran untuk operasi atau bedah
6. Harganya jauh lebih murah
7. Steril dari pabrik
8. Terbungkus rapat
9. Terbungkus dari bahan alumunium foil/plastik
10. Tercatum masa kadaluarsa
11. Mengesankan praktik yang berbobot dan berkualitas, sesuai dengan standar pengobatan
12. Mengankat citra hijamah dan umat islam
13. Terlepas dari kepentingan pribadi yang bersifat subyekti, karena surgical blade standar alat bedah minor
3.1.1.2 Dilihat dari sudut dakwah
 Dilihat dari segi dakwahnya menggunakan pisau bisturitentunya akan lebih pas karena banyak dikutip dalam hadist-hadist sesungguhnya berbekam itu menggunakan torehan atau syarthon. Jika kita kembalikan pada hadist Nabi yaitu :
“Dari Ibnu Abbas, dari Nabi beliau bersabda: ‘kesembuhan itu ada dalam 3 hal; dalam torehan hijamah, minuman madu atau sundutan dengan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.” (Shahih Al-Bukhari 5357; Muslim 2205)
3.1.1.3 Dilihat dari sudut pasiennya
 Karena hijamah merupakan jenis pengobatan yang mengeluarkan darah dari tubuh pasien dan termasuk jenis tindakan bedah minor, maka unsur sterilisasi harus menjadi perhatian utama semua pihak. Sesuat disebut steril jika ia terbebas dari hama atau bakteri, disebut pula dengan istilah aseptis. Maka sterilisasi adalah tindakan untuk membuat suatu alat / bahan menjadi bebas hama. Semua instrumen hijamah, trmasuk pula tempat dan ruangan hijamah harus dilakukan tindakan sterilisasi secara rutin, jika tidak,  maka akan menimbulkan septis, yaitu suatu keadaan masuknya bakteri kedalam aliran darah di dalam tubuh, baik tubuh pasien atau penghijamah atau siapapun yang bersinggungan dan berdekatan.
3.1.2 Kelemahan memakai alat pisau bedah
Dalam menggunakan pisau bisturi  tentunya juga ada beberapa kelemahan. Hal ini tentunya kita tidak boleh taklid terhadap satu metode teknik Bekam saja. Adapun kelemahan-kelemahannya adalah sebagai berikut :
3.1.2.1 Dilihat dari sudut sterilisasi
1. Karena tidak sekali pakai
2. Perawatannya lebih sulit
3. Harganya lebih mahal
3.1.2.2 Dilihat dari sudut dakwah
 Dalam kasus ini juga dapat disimpulkan bahwa hijamah dengan menggunakan silet ternyata belum tentu dapat dikatakan mingikuti anjuran sunnah, karena dalam kutipan hadist-hadist juga belum ditemukan yang tentang membahas hijamah menggunakan silet. Hal ini membuktikan bahwasannya kita tidak boleh terlalu taklid terhadap salah satu teknik bekam ini. Penghijamah pengguna silet sebagai alat penyayat harus bertanggung jawab, dunia akhirat, jika di kemudian hari pasiennya terkena kanker yang di sebabkanoleh carsinoma sentuhan antara silet yang tidak steril dengan pembuluh darah, sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah dalam hadist yang shahih.
3.1.2.3 Dilihat dari Pasien
1. Adanya luka yang mungkin tidak bisa sembuh, karena mungkin bisa si pasien terkena penyakit diabetes
2. Bekas luka sayatan biasanya akan membekas dan sulit hilang
3. Bisa mengakibatkan pendarahan yang banyak terhadap pasien, bila si pembekam tidak ahli
 Memakai Alat Jarum



Gambar 3.2 alat jarum bekam(lancet)
Belakang ini, khususnya di Indonesia dan Malaysia, marak terapan hijamah menggunakan jarum khusus steril yang disebut lancet untuk mengeluarkan darah. Keuntungannya pasien terhindar dari alghopobia, rasa takut yang membayangkan sakit yang akan di rasakan, sebelum rasa sakit itu sendiri di rasakan, sakit atau tidak. Keuntungan lain, harganya lebih murah. Di samping itu juga dapat dengan mudah dilakukan bagi seorang penterapis pemula.
   Kelebihan memakai alat jarum
 Dilihat dari sudut sterilisasi
Dengan jarum yang digunakan untuk berbekam adalah jarum yang di rancang khusus, dan telah di uji sterilisasinya. Serta juga dalam penempatan dan penggunaannya. Jadi secara otomatis jarum tersebut tidak akan berbahaya bagi kulit yang di bekam, karena sudah ada prosedur ukuran panjang pendeknya, terkantung kondisi kulit seseorang.
 Dilihat dari sudut dakwah
Pada kenyataan masyarakat sekarang masi terlalu kurang yakin apabila berbekam menggunakan pisau bedah dan silet. Hal ini disebabkan banyak faktor yang mempengaruhi. Otomatis hal ini akan berdampak kurang menyebarnya at-Tibbun Nabawi di kalangan masyarakat. Dengan menggunakan jarum masyarakat akan lebih mudah menerima. Dan juga masyarakat tahu menggunakan lancet dan jarum lebih ramah dan tidak berbahaya.
 Dilihat dari sudut pasien
1. Pasien akan merasa lebih nyaman
2. Tidak adanya luka yang terlalu lebar
3. Luka tusukan jarum akan mudah cepat menghilang dibanding yang lain.
4. Meminimalisir terjadinya pendarahan yang banyak.
   Kelemahan memakai alat jarum
Dalam teknik menggunakan jarum juga ada beberapa kelemahannya, sehingga kita perlu mengetahuinya supaya kita tidak taklid dengan penggunaan teknik ini.
 Dilihat dari sudut sterilisasi
Dalam menggunakan jarum perlu diperhatikan alatnya, karena setelah kita membekam orang, kalau kita tidak teliti maka akan ada sisa-sisa darah dalam lancet tersebut. Kalau tidak di bersihkan maka akan mengakibatkan terjadinya penyakit baru. Ini tidak langsung berdampak akan tetapi bisa 2 – 3 tahun kemudian.
 Dilihat dari sudut dakwah
Belakang ini, khususnya di Indonesia dan Malaysia, marak terapan hijamah menggunakan jarum khusus steril yang disebut lancet untuk mengeluarkan darah. Sementara di Timur Tengah lancet tidak dikenal sama sekali. Pertanyaannya, efektif kah alat ini? Apakah pengguna lancet sesuai dengan As-Sunnah yang secara jelas di sebutkan bahwa pengeluaran darah adalah berupa torehan tipis dan bukan tusukkan menggunakan jarum. Karena dalilnya sudah jelas, sejelas sinar matahari bagi orang yang tidak buta, bahwa hijamah yang sesuai dengan As-Sunnah adalah yang menggunakan torehan dan bukan tusukkan jarum, maka semestinya penghijamah menggunakan model torehan. Sehingga kita berkewajiban untuk Menghidupkan sunnah Nabi SAW.
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 KESIMPULAN
 Setelah dilakukan serangkaian penelitian dan observasi terhadap pasien yang telah di bekam maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1. Bekam Merupakan Sunnah Nabi SAW
2. Bekam adalah suatu pengobatan yang keampuannya sudah terbukti dan biayanya murah
3. Bekam sekarang ini tidak lagi sudah menjadi kebutuhan pengobatan bagi saudara-saudara kita yang sakit
4. Bekam bukan lagi pengobatan alternatif, tetapi sudah menjadi pengobatan bagi kita yang mengalami sakit atau tidak sakit untuk menjaga kesehatannya.
5. Bekam bisa menyembuhkan semua penyakit atas kehendak Allah SWT

SARAN
 Dari kesimpulan yang diambil diatas , dapat dikemukakan saran-saran yang berguna untuk perbaikan dari Penelitian yang kami lakukan dalam proyek tugas akhir ini:
1. Diharapkan untuk Menghidupkan sunnah Nabi, dengan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bekam.
2. Perlunya peningkatan keilmuan tentang medis yang bisa membantu proses Bekam.
3. Meningkatkan keterampilan Bekam.





























































































































































































KLINIK ANDA " HERBA ALAM " : TERIMA PANGGILAN PENGOBATAN DAN PELATIHAN BEKAM, GURAH, HERBAL, HIPNOTERAPI, REFLEXI, ACCUPRESSURE, YUMEIHO, CIROPRAKTIK DLL. HUB. 081615183883 / 081331509635

MENGENAL YUMEIHO SEBAGAI TERAPI SPEKTAKULER

MENGATASI MIGRAIN, VERTIGO, SAKIT GIGI, KAKU LEHER DAN SESAK NAFAS, SERANGAN JANTUNG DALAM 7 DETIK
BEGITU MELIHAT WAJAH dan GERAKAN, ANDA AKAN TAHU (teknik diagnosa yumeiho)

oleh:
Muhammad Yani, SH.M  
DAN
KINIK ANDA "HERBA ALAM" 
I. Apakah Terapi Yumeiho itu?

Adalah suatu kenyataan, kita sulit sekali menemukan satu di antara seribu orang dengan tulang pinggul yang sempurna. Hampir semua orang, mengalami dislokasi tulang pinggul, walaupun hanya sedikit. Dislokasi tulang pinggul akan menyebabkan tulang punggung menekan syaraf-syaraf dan menyebabkan gangguan fungsi otot, sendi-sendi dan seluruh organ-organ tubuh lainnya.
Dislokasi tulang pinggul menjadi penyebab utama rasa sakit pada pinggul, bahu dan penyakit-penyakit  organ lain dalam tubuh.

Kenyataan ini tidak banyak dipahami oleh kebanyakan orang. Kebanyakan orang menganggap sakit pinggang, pinggul, punggung dan kaku leher sebagai (sekedar) salah urat atau dalam istilah jawa, kecetit. Bahkan, migraine, vertigo, keputihan, sakit saat menstruasi, penyakit-penyakit organ dalam yang lain, jarang dikaitkan dengan dislokasi pinggul.

Terapi Yumeiho adalah suatu metode untuk membetulkan posisi tulang seluruh tubuh, mengendorkan otot-otot dan jaringan sel-sel organik serta secara radikal menghilangkan penyakitnya, dengan tulang pinggul sebagai pusatnya.

Metode Yumeiho sebagai suatu terapi dengan pemiijatan, penarikan serta tekanan-tekanan vertikal akan dapat memulihkan sendi-sendi yang terkilir dan menata kembali tulang-tulang yang mengalami dislokasi.
Berdasarkan pengalaman yang saya lakukan dengan metode Yumeiho banyak memberi hasil kesembuhan, yang terkadang .sangat spektakuler.

 II.     Sejarah Yumeiho di Indonesia

Sebelum perang dunia kedua (1945), seorang pemuda berusia 16 th yang bernama Shuichi Ohno, begitu tertarik dengan seni bela diri Shaolin. Karena ketertarikan tersebut  Shuichi Ohno datang ke Tiongkok. Selama di Tiongkok, beliau mempelajari terapi relokada yang merupakan bagian dari seni bela diri Shaolin. Beliau juga mempelajari berbagai terapi rakyat yang meletakkan dasar pembetulan tulang pinggul dengan menggabungkan dengan terapi relokada.

Masayuki Saionji (peletak dasar Terapi Yumeiho) sangat tertarik dengan metode dan penyembuhan Shuichi Ohno yang mengagumkan. Maka, masa muda Masayuki Saionji ia gunakan membaktikan diri  mempelajari terapi yang dilakukan oleh Suchi Ohno. Kemudian Masayuki Saionji  mengatur kembali dan mensistematisasi metode-metode yang telah ia pelajari lebih dar 20 tahun. Atas persetujuan sang guru (yaitu Shuici Ohno), Masayuki Saionji  menamakan terapinya dengan nama terapi YUMEIHO yang berdasar pada terapi Thionghoa “Zeng ti Fa” (penyembuhan menyeluruh).

Sekitar tahun 2000, Masayuki Saionji memperkenalkan  dan memberi pelatihan terapi Yumeiho kepada para dokter di Rumah Sakit Palang Merah Bogor. Dalam pelatihan tersebut, Masayuki Saionji menggunakan bahasa Esparanto, waktu itu yang menjadi penerjemah adalah Mr Riyanto teman sesama kaum esperantis Masayuki Saionji.

Atas jasa kaum esparantis inilah terapi Yumeiho dikenal dan digemari di seluruh dunia.

Adapun naskah asli terapi Yumeiho juga ditulis dalam bahasa Esperanto yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh tuan Teng Han I atau Tn Wibisono. Atas jasa besar tn Teng Han I inilah terapi Yumeiho ini saya kembangkan di Indonesia.

Telah beberapa kali saya mengunjungi tn Riyanto di Bogor dan telah beberapa kali saya ketemu dengan tuan Teng Han I. Saya juga telah menemui dokter gigi Dani Yusuf (yang juga telah mengikuti pelatihan langsung dengan Masayuki Saionji) di rumah sakit Palang Merah Bogor. Kepada mereka semua telah saya tunjukkan terapi Yumeiho yang telah saya pelajari dari buku terapi Yumeiho terjemahan Tn Teng Han I.

Saat ini, terapi Yumeiho semakin digemari dan dikenal di beberapa daerah di Indonesia. Ini terjadi karena telah banyak yang merasakan terapi yumeiho dan mendapat kesembuhan spektakuler.

 III.    Tulang Belakang dan Sistem Saraf

A. Tulang belakang
Tulang belakang, yang juga disebut spina adalah penyangga utama seluruh tubuh.  Tulang belakang terbentuk dari serangkaian tulang yang “sangat teratur” yang saling terpisah yang disebut vertebra. Seluruhnya ada 26 vertebra, yang terbagi menjadi 3 bagian.

 Pertama, Vertebra Cervikal (vertebrae cervicales) yang terdiri dari 7 vertebra. Vertebra cervikal berada  pada puncak tulang belakang.
Pada celah-celah vertebra cervikal ini secara teratur muncul pleksus cervical (anyaman saraf-saraf leher).
Dislokasi pada vertebra cervikal ini bisa menimbulkan masalah-masalah tidur, tekanan darah, sakit kepala, ingatan, keletihan, pusing, sinus, alergi, gangguan mata dan telinga, ingatan, adenoid, batuk, tonsil, otot leher kaku, tiroid, masalah sendi bahu, radang sendi, belikat, mual dan sakit kepala.

Kedua, Vertebra Torakal (vertebrae thoracales).
Terdiri dari 12 vertebra. Vertebra torakal ini, bila dibanding vertebra cervikal, lebih besar.  Pada vertebra torakal ini menempel tulang iga (costa).
Pada celah-celah vertebra torakal ini muncul pleksus thoracales (anyaman saraf punggung). 
Dislokasi pada vertebra torakal ini akan menyebabkan masalah-masalah: asma, gangguan pernafasan, bahu, lengan, jantung, organ kawasan dada, bronchitis, gangguan empedu, hepatitis, masalah peredaran darah, perut, pencernaan, saraf, gastric, limfatik, darah rendah, alergen, keletihan, nefritis, ginjal, kulit,  rematik dll.

Ketiga, Vertebra Lumbar / lumbal (Vertebrae lumbales, ruas-ruas tulang belakang pinggang).
Terdiri dari  5 vertebra lumbal. Vertebra lumbal adalah yang paling berat dari semua vertebra dan memikul sebagian besar dari berat badan kita.
Pada celah-celah vertebra lumbal ini muncul plexus lumbosacralis (pleksus lumbosakral atau anyaman saraf pinggang dan kelangkang).
Dislokasi pada vertebra lumbal ini akan menyebabkan masalah-masalah usus besar, kejang betis, pembuluh dan edaran darah, gangguan kencing, lemah tenaga, ketidaknormalan haid, keputihan, sciatica, kejang dll.

Di bawah seluruh vertebra tersebut ada tulang kelangkang (os sacrum) dan tulang tungging (os coccyx).

Di depan sebuah vertebra ada bentuk bulat dan padat  yang disebut korpus, dan di  belakangya  terdapat saluran tulang. Pada saluran itu ada sirip tulang yang disebut prosesus (neural spine) tempat otot-otot melekat. Saluran tulang dari semua vertebra itu menyatu menjadi kanal yang dilewati korda spinal  atau sumsum belakang. Korda spinal itu menjulur dari otak turun  ke sebagian besar tulang belakang, dan saraf dari korda spinal berhubungan dengan setiap bagian korpus itu. Setiap vertebra terpisah dari tulang berikutnya  oleh sebuah cakram kartilago sehingga tulang-tulang tidak bergesekan satu sama lain.


   B. Sistem Saraf
Sistem saraf  berperan penting dalam mengoordinasi dan mengontrol aktifitas yang kita lakukan. Sel-sel saraf  dihubungkan satu sama lain untuk membentuk jaringan komunikasi yang sangat luas. Sel-sel saraf membawa pesan dalam bentuk impuls elektrik. Impuls-impuls ini bergerak dengan kecepatan tinggi di seluruh tubuh agar tetap terpelihara dan berfungsi secara normal.

Sistem saraf terbagi atas  2 sistem utama:
1. Sistem saraf sentral / pusat  yang terdiri atas otak dan sumsum belakang atau                                   korda spinalis. Tugasnya menerima informasi  dari semua bagian tubuh kita, menganalisis dan menyimpan informasi itu, lalu mengirimkan perintah berdasarkan informasi yang diterimanya itu ke otak.

Sumsum belakang adalah jalan tol komunikasi dari sistem saraf yang utama. Sumsum belakang memanjang dari batang otak ke bawah sepanjang bagian belakang tubuh. Sumsum belakang juga berperan penting dalam banyak gerak refleks yang cepat tanpa kita perlu berfikir sehingga menyebabkan kita dapat bereaksi dengan cepat jika terjadi bahaya.

Sumsum belakang memanjang dari otak ke bawah tepat di tengah punggung. Jaringan sumsum belakang yang lunak terlindung di dalam tulang belakang. Saraf-saraf muncul secara teratur dari celah-celahnya. Biasanya bagian saraf motor ke depan dan bagian sensori ke belakang. Di dalam leher dan punggung bawah, saraf-saraf spinal bergabung membentuk hubungan-hubungan yang disebut pleksus, tempat asal saraf-saraf besar.

2.  Sistem saraf tepi / perifer. Sistem ini terdiri dari tiga bagian:
2.1. Neuron Sensorik (sel-sel saraf) yang mengantarkan informasi tentang apa yang terjadi di dalam dan di luar tubuh ke sistem saraf pusat.
2.2. Neuron motorik system saraf somatic yang membawa perintah dari sistem saraf pusat ke otot-otot agar menggerakkan bagian tubuh tertentu.
2.3 Neuron motorik sistem saraf autonomic yang membawa perintah dari  system saraf pusat ke organ-organ dan kelenjar. Perintah-perintah ini mengontrol fungsi-fungsi automatik seperti kerja jantung, pencernaan dan pernafasan.
Sistem saraf autonomic ini terdiri dari sistem simpatik dan parasimpatik

Dari uraian di atas, dapat kita pahami betapa penting kesehaatan tulang belakang. Karena susunan saraf manusia berpusat di tulang belakang.
Tulang belakang yang sehat sangat tergantung pada kesehatan tulang pinggul kita.

Pada dasarnya, tubuh manusia mempunyai berat yang berimbang antara kaki kanan dan kiri, tapi berat badan itu selalu lebih berat pada salah satu kaki kalau kaki yang satunya lemah. Apabila kedua kaki melemah, salah satu dari kaki itu menerima gaya berat yang lebih dan merasa lelah, kemudian beralih ke kaki satunya. Hal ini akan terjadi silih berganti.

Dislokasi pinggul kanan akan menyebabkan gangguan peredaran darah pada kaki kanan dan mengakibatkan rasa sakit pada otot-ototnya. Dislokasi pinggul kiri akan menyebabkan hal yang sama pada kaki kiri.

IV.    Tehnik Diagnosa Yumeiho.

A. Tanda-tanda Dislokasi Pinggul kanan
        Stadium pertama
Kalau telungkup sisi kanan garis tulang pinggul lebih tinggi dari pada yang kiri, tepat seperti garis bahu. Tulang pinggul yang dislokasi melintir ke belakang , dengan tulang pinggul kanan lebih tinggi. Sendi pinggul kanan berputar ke dalam, kaki kanan lebih pendek.
Penderita dislokasi pinggul kanan harus menundukkan tubuhnya ke kanan, dengan kaki kanan lebih pendek. Untuk menyangga tubuh yang miring, kaki kiri harus menahan lebih separoh berat badannya. Untuk menjaga keseimbangan tubuh maka vertebra dada dan pinggang membungkuk ke kanan dan vertebra tengkuk miring ke kiri, kepala condong ke kanan. Garis tulang pinggul  menjadi lebih tinggi  pada sisi kiri dan pendek pada sisi kanan. Oleh sebab tulang pinggul kanan dislokasi bergerak maju, tulang pinggul kiri tampak lebih tinggi. Bahu kanan terpengaruh tulang belakang yang membungkuk ke kanan, bergerak maju dan tubuh terpelintir ke kiri.


Stadium kedua
Apabila dislokasi pinggul kanan dibiarkan dalam waktu lama, lama kelamaan  kaki kiri menjadi lelah oleh sebab berat badan. Pada waktu itu kaki kanan masih mampu menahan beban tubuh. Tatkala beban itu beralih ke kaki kanan, sendi tulang pinggul yang telah terpelintir ke dalam, sedikit demi sedikit berputar ke luar dan kaki kiri lama kelamaan menjadi panjang. Oleh karena beban beralih ke kaki kanan, maka bagian atas tulang punggung harus membungkuk ke kiri. Tetapi tulang punggung yang telah terpelintir ke kanan tidak bisa menjadi lurus seperti semula, ia hanya bisa memanfaatkan tulang punggung atas yang telah  membungkuk ke kiri menahan keseimbangan tubuh. Itulah sebabnya seluruh tubuh berubah bentuk menjadi seperti huruf “S”.

Untuk menahan keseimbangan bagian tulang punggung atas yang telah bengkok garis bahu kiri terangkat. Kedua bahu bergerak ke depan dan berputar ke kanan. Orang menamakan tubuh demikian, “tubuh ular”

Stadium Tiga
Bila situasi lebih memburuk lagi, kaki kanan yang harus lebih pendek dari kaki kiri, menjadi sedikit panjang seperti kaki yang kiri, walaupun dislokasi tulang pinggul kanan, yaitu pada saat telunggkup.dalam kasus yang  paling parah, kaki kanan menjadi sedikit lebih panjang dari pada kaki yang kiri, untuk menjaga beban yang terlalu besar. Bahkan dalam keadaan yang tidak ringan, dislokasi tulang pinggul kiri terpelintir, walupun kedua kaki nampak sama panjang. Ciri-ciri kombinasi dislokasi pinggul kanan dan kiri dinamakan” tipekombinasi”.
Diskolasi tulang pinggul menjadi serius, sebab berat badan bergantiaan bergeser dari kaki kanan ke kaki kiri dan dari kaki kiri bergeser ke kaki kanan, yang menyebabkan tulang belakang melukis gambar zig-zag yang komplikasi. Selain itu, juga sendi-sendi tulang pinggul kanan dan kiri tak henti-hentinya terdiskolasi dalam stadium itu. Dislokasi tulang belakang tidak saja menjalar pada sendi-sendi bahu, siku, pergelangan tangan dan jari-jari tangan, tapi juga menjalar ke tulang rusuk. Begitu pula, dislokasi tulang pinggul menjalar ke sendi-sendi lutut, mata kaki dan jari-jari kaki. Sangat mengerikan memang, pelintiran pertama muncul dalam tulang pinggul dan cepat atau lambat berpengaruh buruk ke seluruh tubuh. 

 B.  Tanda-tanda Dislokasi Pinggul Kiri
       Tanda-tanda dislokasi pinggul kiri adalah sama dengan yang terjadi pada          dislokasi pinggul kanan, hanya saja posisinya terjadi secara terbalik.

C. Tanda-tanda dislokasi pinggul pada wajah dan gerakan.
    
Diskolasi baik tulang pinggul kanan maupun kiri mempunyai tanda-tanda pada wajah dan bagian tubuh lain dan gerakan-gerakan lainnya.

           1. Tanda-tanda di wajah
Tubuh manusia yang normal adalah simetris pada tempat yang datar sebagai pusat. Begitu     juga pada wajah. Dislokasi tulang pinggul menghilangkan kesimetrisan semacam itu.

Contoh-contoh kongkret adalah sebagai berikut:
Sebuah mata terbuka sempit, sebuah kelopak mata atas bertepi ganda, satu kelopak mata bengkak, sedang yang lainnya datar, sebuah alis tergantung ke bawah, kerut-kerut horisontal di atas dahi membentang ke bawah pada satu sisi, kerut vertikal antara alis muncul pada satu sisi, hidung miring, sebuah tulang hidung kecil, kerut di antara tepi hidung dan sudut mulut hilang satu sisi, sudut-sudut mulut tidak segaris, dagu melenceng, sebuah telingga lebih tinggi. Satu atau beberapa tanda seperti itu menunjukkan, bahwa tulang pinggul mengalamiu dislokasi. 

     2. Tanda-tanda dislokasi tampak pada tubuh dan gerak-gerakannya.
Tidak saja pada wajah, tapi bagain-bagian tubuh lainnya dan gerakan tak sadar juga memperlihatkan dislokasi tulang pinggul. Bila anda teliti anda dapat melihat kenyataan ini
Orang dengan kepala berputar, orang yang bahu salah satunya lebih tinggi, orang yang tangannya berbeda panjangnya, orang yang tulang belakangnya membungkuk, orang yang jari-jari kakinya berputar keluar atau masuk atau berbentuk x, orang yang kakinya besar sebelah, orang yang pinggagnya tidak datar, orang yang lehernya selalu berputar, orang yang tidak bisa tidur nyenyak bila ia tidak telungkup atau miring ke satu sisi, orang yang berjalan dengan cara kurang wajar, orang yang kalau kena luka selalu pada satu kaki, orang yang sebuah tangannya lebih besar dan orang yang pernah kesulitan melahirkan.

Satu atau beberapa tanda tersebut menunjukkan telah terjadi dislokasi tulang                    pinggul.

D. Diagnosa kelainan ruas tulang belakang yang sederhana

Diagnosa kelainan ruas tulang belakang bisa dilihat dari samping kiri atau kanan pasien. Apakah terlihat bungkuk atau ada tonjolan pada punggung atau tidak.

Bisa juga dengan meraba menggunakan ujung jari telunjuk, jari tengah, dan jari manis di bagian tengah ruas tulang belakang dari atas ke bawah. Ini untuk menemukan ada tonjolan atau tidak. Perhatikan tonjoln yang kita lihat tadi dari belakang sambil kita berdiri. Kemudia pada titik yang ada tonjolannya coba tekan pelan dengan ujung ibu jari, bila tersa sakit atau nyilu mengindikasikan ada kelainan di tempat tersebut.

Pasien dalam posisi tengkurap, coba raba di sebelah kiri dibawah scapula (belikat) sampai dengan otot bagian atas pinggang (menggunanakan ibu jari) apakah  ada tonjolan atau tidak, bila ada tonjolan dan ditekan pelan terasa sakit, hal ini mengindikasikan ada gejala penyakit radang lambung atau gastric ulser.

Bila ada tonjolan di sebelah  kanan bawah scapula (belikat) sampai otot bagian atas pinggang, hal ini mengindikasikan ada batu empedu atau penyakit liver.
Apabila diantara otot kiri samping scapula dengan ruas tulang belakang ada yang tidak merata dan ada tonjolan atau ada benjolan kecil, hal ini mengindikasikan ada kelainan jantung.

Bila bahu sebelah kiri turun ke bawah, hal ini dapat membengkokan ruas tulang     belakang, sehingga :
- Sudut antara saluran keluar/outlet dari lambung ke usus 12 jari lebih kecil.
- Sekresi enzim pencernaanya banyak/ berlebihan
- Sakit lambung/ gastric ulcer

Bila bahu sebelah kanan menurun, maka :
Sudut antara saluran keluar/oulet dari lambung ke usus 12 jari menjadi tajam.
  • Hal ini mengakibatkan pencernaannya tidak sempurna.
  • Nafsu makan berkurang, badannya kurus.
  • Mudah terserang flu
  • Menimbulkan masalah paru-paru (asma)

 Melihat bentuk belikat dari belakang.
  •    Postur kedua bahu yang menekuk ke depan, mengindikasikan mudah terserang flu, bronchitis, leher membengkak, dada terasa tertekan dan aktifitas paru-paru terbatas.
  •    Postur kedua bahu menekuk ke belakang, hal ini mengindikasikan liver dan         pankreas mudah terjadi perubahan  patologis.
  • Sebelah kanan normal, sebelah kiri menekuk ke depan, hal ini mengindikasikan bagian dada dan jantung tertekan, kemungkinan terserang jantung, bagi  yang   hipertensi mudah terjadi komplikasi jantung, bagi yang osteoporosis mudah terserang komplikasi panyakit katup jantung.
  • Sebelah kiri normal, sebelah kanan menekuk ke depan, hal ini mengindikasikan paru- paru kanan tertekan, mudah terserang penyakit bagian dada.
  • Sebelah kanan normal, sebelah kiri menekuk ke belakang, hal ini  mengindikasikan postur tubuh bagian bawah mudah berkeringat dan mempengaruhi susunan syaraf autonomik.
  • Sebelah kiri normal, sebelah kanan menekuk ke belakang, hal ini mengindikasikan bagian tubuh atas mudah berkeringat.
 Melihat perbedaan sendi sacrum dari postur kaki
Postur kaki yang condong ke depan dikarenakan bagian atas paha yaitu bagian lekukan  pinggul condong ke depan. Postur kaki condong ke belakang dikarenakan sendi sacrum condong ke belakang. Condong ke depan atau condong ke belakang akibat dari sendi sacrum yang berlainan dapat mengakibatkan putaran kaki tidak normal, gerakan olah raga sehari-hari yang mengakibatkan gesekan  akan menyebabkan osteoporosis pada pinggul dan ruas tulang belakang.

Demikian diagnosis yang dapat kita lakukan dengan sederhana. Dan hasil diagnosis akan lebih tepat bila kita menggunakan peralatan medis modern. Ketepatan diagnosa sangat penting dalam menentukan metode terapi, sehingga akan kita dapatkan hasil kesembuhan yang maksimal.

 V.  Yumeiho sebagai terapi Fundamental.

Terapi Yumeiho bertujuan memulihkan keseimbangan tubuh dengan memobilisir daya hidup untuk meningkatkan kekuatan tubuh dalam melawan setiap penyakit.   Terapi ini meningkatkan kemampuan tubuh menyembuhkan diri sendiri, karena tubuh dokter terbaik bagi setiap penyakit.
    Terapi Yumeiho adalah kombinasi metode pembetulan dan pemijatan dengan tulang  pinggulsebagai dasar. Terapi yumeiho bukan untuk menyembuhkan    penyakit berdasar fenomena atau gejalanya (symptomatic treatment), tatapi mencari penyebab penyakit menurut gejalanya. Bahkan berdasar pada  pengalaman saya dalam memberikan terapi, saya menyebut terapi yumeiho bukan saja fundamental, tapi juga spektakuler. Spektakuler dalam reaksi kesembuhan. Karena banyak terjadi kesembuhan spektakuler. Beberapa kasus akan saya sebut di sini sebagai contoh dari hasil terapi Yumeiho yang mengagumkan dan spektakuler.
  

Dan masih banyak lagi contoh-contoh kasus yang sembuh dengan terapi Yumeiho dalam sekali terapi.

 VI . Penyakit-penyakit yang disebabkan dislokasi Tulang Pinggul
  Berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh dislokasi tulang pinggul.
     1.    Tipe dislokasi tulang pinggul kanan (tipe kakunnya sendi pinggul kanan), tipe kakunya      saraf-saraf parasimpatik-hipofungsi hati dan perut, kekurusan, diarea penyakit-penyakit  ginekologi dan lain-lain.
     2.    Tipe dislokasi tulang pinggul kiri (tipe kakunya sendi pinggul kiri), tipe kakunya saraf-saraf  simpatik- hipofungsi jantung dan paru-paru, kegemukan, mejen,   kedinginan dan lain-lain.
 3.    Tipe gabungan (kombinasi, tipe dislokasi tulang pinggul kanan bergabungan dengan tipe  kakunya sendi tulang pinggul kiri), atau tipe dislokasi tulang pinggul kiri bergabunga  dengan tipe kakunya sendi pinggul kanan atau tipe kakunya sendi-sendi pinggul kanan dan kiri: pilih-pilih makanan, berat badan yang naik turun, diarea dan mejen silih berganti,gejala-gejala umum tipe (1) dan (2).

VII. Manfaat lain terapi yumeiho
  1.  
    1.  
  • Terapi yumeiho tidak saja menyembuhkan banyak penyakit, tetapi juga berhasil dengan baik  mencegah banyak penyakit dan menghilangkan lelah badan.
  • Terapi tersebut memberikan anda rasa hangat, rasa segar serta nyaman. Anda tidak merasa ada beban dalam hati maupun rasa takut.
  •  Terapi tersebut menghilangkan rasa lelah untuk menyamankan tubuh. Tatkala peredaran darah menjadi teratur metabolis menjadi hidup dan hal-hal penyebab lelah hilang.
  • Terapi tersebut mencegah penyakit-penyakit berat. Sebab terapi ini mampu meningkatkan kemampuan penyembuh-diri tubuh anda, meningkatkan daya tahan anda terhadap penyakit-penyakit dan memperkuat organ-organ dalam anda, oleh karenanya anda tidak akan terjatuh ke dalam sakit yang berat.
  •  Terapi tersebut memberi kekebalan terhadap hawa dingin. Seberapa obat yang anda minum, tidak akan berhasil, bila anda tidak memperoleh daya tahan terhadap virus. Terapi Yumeiho menjanjikan kehidupan bebas terhadap rasa dingin.
  •  Terapi tersebut meninggikan badan. Berkat pembetulan tulang-tulang pinggul, maka menjadi lunak otot-otot tulang kelangkang, jarak intervetebra menjadi lebar dan tulang belakang menjadi lurus, dengan demikian menumbuhkan tinggi badan terutama untuk anak-anak.
  • Terapi tersebut mempercantik wajah. Terapi terapi ini menghilangkan kerut-kerut pada wajah dan mengobati bintil-bintil kecil dan eksim. Terapi ini mempunyai tingkat-tingkat tertentu terhadap memutihnya rambut, kerontokan rambut, penyakit kulit pada kaki dan tapak kaki. Juga bisa membentuk bulat payudara.
  • Terapi tersebut membuat tubuh lentur dan gerakan-gerakan menjadi lincah. Orang sering berkata, bahwa latihan badan menyehatkan. Apakah latihan ini benar-benar olah raga yang terbaik, agar tubuh memperoleh keseimbangan? Apakah cocok untuk setiap orang? Terapi Yumeiho berguna untuk gerakan seluruh tubuh dan cocok untuk semua orang. 
  • Terapi tersebut membuat anda cerah dan gesit. Jiwa yang sehat berada di tubuh yang sehat pula. Apabila jiwa sakit, maka sakit pula raganya. Apabila anda ingin punya tubuh sehat dengan jiwa yang sehat, cerah dan gesit terimalah terapi Yumeiho.
  • Terapi tersebut memperbaiki fungsi sex. Ia punya efek tertentu terhadap hipofungsi sex.

VIII.  Terapi Yumeiho Dan Tindakan Emergensi.
       Dalam beberapa kasus, terapi Yumeiho sangat efektif diterapkan untuk kasus-kasus yang      bersifat gawat darurat. Beberapa contoh adalah untuk sakit gigi, asmatik, orang yang     nafasnya berhenti setelah terjatuh, migraine dll. Biasanya pasien akan terbebas dari masalah masalah tersebut dalam hitungan menit, bahkan terkadang kurang dari satu            menit.

  IX. Terapi Yumeiho Dan Medis.
     Terapi yumaiho adalah terapi alami. Terapi ini bisa disinergikan dengan terapi medis   moderen,         apapun jenis penyakitnya, maupun pemeriksaan medis dan hasil-hasil yang           diperlukan. Dan          sudah barang tentu, hasil penyembuhan akan lebih baik bila mendapat    bantuan dari hasil        semua pemeriksaan medis modern.

Daftar pustaka :
1.) Terapi Yumeiho, Masayuki Saionji, Pustaka pelajar, Jogjakarta, Cetakan ke dua 2008.
2.) Mitchell, Clemency, sehat prima di abad ke duapuluh satu, Indonesia publishing house, 2008.  
3.) Richard walker, Otak Grolier International INC 2008.
4.) Jinny Johnson, Rangka, Grolier International INC 2008.
5.) Dr, Med. Ahmad Ramali, Kamus kedokteran: arti dan keterangan istilah Djambatan, Jakarta  2003.
6.) Odas Tsunjana, Chiropractick 2005.  
7.) Tuan Ismail Bin Ahmad, Nota kuliah Pembetulan tulang Belakang, KPJ, Malaysia. 

Beberapa waktu yang lalu, sudah saya turunkan tulisan yang berjudul: Mengenal Yumeiho sebagai Terapi Spektakuler. Saya sebut, yumeiho sebagai terapi spektakuler berdasar pada pengalaman saya dalam memberi terapi kepada pasien. Banyak sekali peristiwa kesembuhan spektakuler yang terjadi. Yang saya maksud dengan kesembuhan spektakuler adalah kesembuhan yang tejadi secara menyolok atau kesembuhan yang sangat cepat. Misalnya, Parkinson (secara medis tak bisa disembuhkan), vertigo, migraine, sakit gigi, kejang perut, sesak dada, saraf terjepit dan lain-lain. Kesembuhan terhadap kasus-kasus tersebut sering terjadi dalam hitungan detik, kurang dari satu menit.

Banyak masalah-masalah kesehatan yang sebenarnya terjadi karena gangguan atau disfungsi saraf yang bermula dari dislokasi tulang pinggul. Misalnya, sesak nafas, sesak dada, gangguan nafsu makan, haid tidak teratur, keputihan, radang vagina, nyeri lutut, nyeri pinggul, hilang keseimbangan, leher kaku, lemah syahwat, leher miring, tangan susah diangkat, hanya bisa tidur dalam posisi tertentu, mendengkur, hilang rasa pada tangan dll.

Mendiagnosa dislokasi pinggul dengan melihat wajah, mudah dan sederhana

(Insaallah teknik diagnose yang lain dan lebih spektakuler, segera menyusul).

Tubuh manusia yang normal adalah simetris pada tempat-tempat yang datar, misalnya pada wajah. Dislokasi tulang pinggul akan menyebabkan hilang atau berkurangnya kesimetrisan pada wajah.  Dengan membaca tulisan berikut ini, anda akan bisa melakukan diagnose dengan cepat terhadap seseorang. Apakah ia mengalami dislokasi tulang pinggul atau tidak.

Mata yang terbuka lebih sempit sebelah, garis atas kelopak mata tidak sama, kelopak mata lebih besar satu sisi, sebuah alis tergantung ke bawah, kerut horizontal di atas dahi tidak sama, kerut vertikal antara dua alis muncul pada satu sisi, hidung miring, lobang hidung tidak sama, kerut antara tepi hidung ke samping mulut tidak sama, sudut mulut tidak segaris,  dagu melenceng, satu telinga lebih tinggi, bahu lebih tinggi satu sisi dan lain-lain. Satu atau beberapa tanda tersebut menunjukkan telah terjadi dislokasi pinggul.

Mendiagnosa dislokasi pinggul dengan melihat gerakan

Gerak-gerak tak sadar seseorang juga menjadi alat diagnose bagi seorang praktisi dan ahli yumeiho.

Orang dengan kepala berputar, kepala sering miring (biasanya kalau mau foto diingatkan oleh fotografernya),  tangan berbeda panjangnya, tulang belakang membungkuk, jari-jari kaki berputar keluar atau masuk atau berbentuk x, kaki besar sebelah, garis pinggang tidak datar, pinggul besar sebelah, leher selalu berputar, hanya bisa tidur nyenyak dalam posisi tertentu (telungkup, miring kanan atau kiri), berjalan kurang wajar,  kalau terkena luka (tersandung) selalu pada satu kaki tertentu, tangan berbeda  besarnya, pernah mengalami kesulitan saat melahirkan, dan lain-lain .

Satu atau beberapa tanda tersebut menunjukkan telah terjadi dislokasi pinggul.

 Demikian teknik sederhana yumeiho pada wajah dan gerakan seseorang. Semoga bermanfaat.



Info lebih lanjut HUB. MUHAMMAD YANI, SH.M  081615183883 / 081331509635



 Alhamdulillah. Telah tersedia:


FILM PANDUAN PRAKTIS TERAPI YUMEIHO.

Meliputi:

1. GERAKAN UMUM.
Gerakan yang paling banyak digunakan dan efektif untuk berbagai penyakit. (kejang perut, kejang kaki dan abnu dengan 1 gerakan).

2. TEKNIK ATASI SAKIT PINGGANG.
(mengatasi sakit pinggang kurang dari 5 menit). Segala macam nyeri pinggang adalah sakit pinggang, apapun penyebabnya.

3. TEKNIK ATASI SINDROM NYERI SARAF dan SENDI LUTUT.
Meliputi: nyeri tulang duduk, saraf paha, sendi pinggul, sendi lutut, bengkak kaki, otot belakang kaki, takut dingin, bengkak air dll

4. TEKNIK ATASI SINDROM SAKIT KEPALA dan BAHU.
(migrain dan sakit gigi dengan 7 detik).Meliputi: sakit kepala, kepala berat, pusing,migrain, vertigo, pilek, hidung mampet, kejang leher, kepala menceng, telinga berdengung, sakit gigi dan segala macam penyakit mulai pundak sampai kepala.

5. TEKNIK ATASI SINDROM JANTUNG, PARU-PARU, DAN KEGEMUKAN. (mengatasi sesak dada dengan 7 detik).
Meliputi: Radang dada, hipotensi, jantung berdebar, sesak nafas, sesak dada, asma,batuk, kegemukan, nafsu makan kelewat besar, mejen, letak jantung abnormal, pankreas,deabetes dan anemia.

6. TEKNIK ATASI SINDROM PENCERNAAN.
Meliputi: deare, sesak dada, mabuk perjalanan, sendawa, hilang nafsu makan, usus berbunyi, muntah, maag, lever, dan lain-lain.

7. TEKNIK ATASI SINDROM KELELAHAN dan KETIDAKSABARAN.
Meliputi: Mudah capek, lunglai seluruh tubuh, tidak sabaran, tidak bergairah, susah konsentrasi, susah tidur dan lain-lain.

8. TEKNIK ATASI PENYAKIT-PENYAKIT GINEKOLOGI.
Meliputi: Dismenoria (gangguan haid, sakit menjelang atau di saat haid), haid tidak teratur, amenoria (berhenti haid), kelemahan otot, kulit sensitif pada kosmetik, susah punya keturunan, gangguan kelenjar kencing, gangguan empedu dan lain-lain.

Harga 1 pcs 75 rb